#BijakBersosmed, Gerakan Mengajak Masyarakat untuk Bersosial Media dengan Bijak

Suasana Kopdar #BijakBersosmed Jogja

Di kancah internasional, Indonesia dikenal dengan budaya ketimurannya yang luhur. Budaya sopan-santun, tata krama, ramah, toleransi, saling menolong, saling menghargai dan gotong-royong sudah melekat pada masyarakat Indonesia sejak dahulu kala. Hal ini yang senantiasa meberikan kesan yang mendalam kepada mereka yang berkunjung ke Indonesia.

Namun demikian, keluhuran budaya tersebut tak tercermin dalam dunia siber (ada juga yang menyebut dunia maya) masyarakat kita. Jika kita amati, kehidupan media sosial kita jauh dari kesantunan. Umpatan, makian, provokasi dan segala macam sikap negatif lain sudah menjadi makanan sehari-hari warganet Indonesia. Terlebih setelah kontestasi politik tahun 2014. Dunia media sosial kita seakan terpolarisasi menjadi dua kutub. Yang satu mencaci yang lain, pun sebaliknya. Perbedaan pendapat yang seharusnya menjadi sarana untuk saling menghargai, justru menjadi ajang saling mencaci maki.

Tidak dipungkiri media sosial memang banyak memberi bermanfaat untuk kita. Banyak hal produktif dan positif yang kita dapatkan dari media sosial. Akan tetapi ibarat pisau bermata dua, selain membawa manfaat media sosial juga memberi efek negatif jika kita tidak bijak dalam pemanfaatannya. Dampak negatif lain media sosial juga kentara mengancam kehidupan bermasyarakat kita. Masifnya penyebaran berita hoax, cyberbullying, pornografi, radikalisme dan isu SARA perlu kita sadari dan waspadai bersama.

Menyadari berbagai ancaman dampak negatif media sosial di atas, menggugah beberapa penggiat media sosial, komunitas dan organisasi untuk menginisiasi Gerakan #BijakBersosmed. Gerakan yang didukung oleh Indonsat Ooredo ini mengajak semua masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan bijak, positif dan sehat.

Semenjak peluncuran #BijakBersosmed tanggal 26 Agustus 2017, gerakan ini aktif mengkampanyekan pentingnya bersosial media dengan bijak melalui konten-konten dan ebook yang dapat kita lihat di bijakbersosmed.id. Selain berkampanye melalui media online, #BijakBersosmed juga mengadakan kegiatan offline seperti roadshow ke beberapa kota di Indonesia.

Hari Kamis tanggal 5 Oktober 2017 kami berkesempatan mengikuti Roadshow ke 2 Gerakan #BijakBesosmed yang di adakan di Angkringan Pendopo nDalem Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh GKR Hayu dari Keraton Yogyakarta Hadiningrat, Bp. Ir. Romy Primanto Hari, MT dari Diskominfo Provinsi DIY, Mas Dedy Permadi dari Siber Kreasi dan Mas Enda Nasution selaku Koordinator Gerakan #BijakBersosmed serta kawan-kawan dari komunitas-komunitas yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya.

Kopdar #BijakBersosmed kali ini mengajak teman-teman komunitas di wilayah Jogja dan sekitarnya untuk bersama-sama mengkampanyekan gerakan ini. Pada kesempatan ini Mas Enda Nasution memaparkan seluk beluk Gerakan #BijakBersosmed. Beliau juga mengajak peserta kopdar untuk mengucapkan ikrar #BijakBersosmed yang isinya adalah sebagai berikut :

Kami pengguna media sosial di Indonesia,

menyadari bahwa media sosial dan teknologi digital adalah sebuah alat yang memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan kami sehari-hari. Media sosial memberikan ruang-ruang pribadi dan ruang publik untuk berekspresi dan berbagi, menyebarkan informasi, menyajikan berbagai pendapat dan opini.

mengaku bahwa seringkali kami terlena atas kemudahan tersebut, seenaknya menilai orang dan pihak lain hanyak karena sepotong informasi yang tidak lengkap, khilaf terbawa emosi, mengakses dan menyebarkan informasi yang tidak pantas, atau belum tentu benar, bahkan kadang berbahaya.

berani untuk memperbaiki diri terus menerus, sambil mengingatkan teman dan keluarga di sekeliling untuk menjadikan sosial media sebagai berkah dan bukan sebagai musibah,

Kami generasi dengan media sosial di tangan kami,

percaya bahwa masih banyak potensi teknologi digital dan sosial media yang belum kita gali, masih banyak ide-ide baru dan inovasi di mana sosial media bisa mendorong kebaikan dan bukan kejahatan

bertanggung jawab untuk membuat sosial media jadi alat pemberdaya, alat yang memperbaiki, yang meningkatkan kualitas kehidupan di mana pun kita berada.

Kami generasi digital yang merupakan masa depan bangsa ini berjanji untuk,

memperlakukan pengguna lain di media sosial dengan penuh hormat, tidak merendahkan, mendiskriminasi dan tidak menjelek-jelekkan dalam berbagai bentuk interaksi kami

menghormati setiap hak pengguna di media sosial untuk berbeda pendapat, menghargai perbedaan, tanpa kehilangan rasa kekeluargaan, persatuan dan kesatuan

melindungi pengguna sosial media di bawah umur dan kelompok-kelompok lain yang perlu dibantu, lemah dan belum mampu serta belum bisa melindungi diri mereka sendiri

menolak segala bentuk penyebaran kebencian, penghinaan dan pelecehan terhadap siapa pun di media sosial, apalagi yang sengaja disebarkan untuk membuat merusak dan memecah kehidupan kita

sekuat tenaga untuk bersikap dan menyebarkan hal-hal positif dan optimis, serta menjauhi penyebaran informasi yang negatif, nyinyir dan tidak bermanfaat.

Semoga saya mendapatkan kekuatan untuk memenuhi ikrar saya ini.

Inti dari gerakan ini adalah mengajak setiap pengguna media sosial untuk berprilaku bijak dan santun layaknya di kehidupan keseharian. Gerakan ini mengajak kita memanfaatkan media sosial untuk kegiatan yang positif serta menahan diri dari hal-hal negatif dengan langkah kongkrit seperti menyaring berita sebelum membagikannya, tidak mencaci maki, waspada terhadap radikalisme dan tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita bermuatan SARA yang dapat menimbulkan keresahan dan perpecahan, serta senantiasa menghargai sesama pengguna media sosial meskipun berpeda pendapat. #BijakBersosmed mengajak masyarakat untuk bersosial media dengan bijak.

Mudah-mudahan dengan adanya gerakan #BijakBersosmed ini masyarakat akan semakin dewasa dalam meyikapi perkembangan teknologi yang semakin tidak terbendung ini. Semoga predikat keramahan masyarakat Indonesia ini akan tetap terpatri dan tak luntur tergerus oleh perkembangan zaman baik di kehidupan nyata maupun di dunia siber kita.

Beda pendapat tidak masalah. Beda pandangan politik tidak mengapa. Selama kita saling menghargai, saling menghormati, tidak memaksakan kehendak, tidak mencaci maki satu sama lain, kita tetap bisa hidup berdampingan sebagai Masyarakat Indonesia yang santun dalam keberagaman.

Yuk ikutan menyebar virus kebaikan #BijakBersosmed ! Langsung aja cek ke situs resminya bijakbersosmed.id .

Written by Lisin

Pengguna Linux dan Free Open Source Software (FOSS) yang teramat mencintai Indonesia. Pecinta gowes yang suka memandang langit dan bulan.

Website: https://lisin.id

3 comments
  1. Liputannya mangstaff kakak….hayuk sesarengan kita bumikan virus kebaikan #BijakBersosmed agar setiap masyarakat senantiasa #BaikSangka pun berbeda pandangan, sikap dan ideologi 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *